BAB 8: Manusia dan Kegelisahan

Manusia dan Kegelisahan

  1. Teori Kegelisahan.

Image

Kecemasan, kegelisahan atau kecemasan merupakan karakteristik biologis dari manusia, yang mendahului saat-saat bahaya nyata atau bayangan, ditandai dengan sensasi tubuh tidak menyenangkan, seperti perasaan yang kosong di perut, jantung berdetak cepat, rasa takut, sesak di dada, berkeringat dll.

Kecemasan (‘kesusahan, kesedihan Latinnya anxietas) merupakan respons emosional atau seperangkat jawaban meliputi: aspek kognitif karakter subjektif atau tidak menyenangkan, aspek fisik atau fisiologis.

Kecemasan / kegelisahan adalah suatu fungsi yang sangat penting berkaitan dengan kelangsungan hidup, bersama dengan rasa takut, sedih marah, atau kebahagiaan. Saat ini sebuah% 20,5 perkiraan atau lebih dari populasi dunia menderita gangguan kecemasan, biasanya tanpa disadari.

Kegelisahan (juga disebut kecemasan atau khawatir) adalah keadaan psikologis dan fisiologis ditandai dengan somatik, emosional, komponen kognitif, dan perilaku. Kegelisahan Ini merupakan perasaan tidak menyenangkan dari ketakutan dan kekhawatiran. Makna akar dari kegelisahan ini menacu kepada Kata ‘untuk menyakitkan hati atau kesulitan’; baik ada atau tidak adanya stres psikologis, kecemasan bisa membuat perasaan takut, khawatir, gelisah, dan ketakutan kecemasan dianggap sebagai reaksi normal terhadap stressor.. Ini dapat membantu seorang individu untuk menghadapi situasi yang menuntut dengan mendorong mereka untuk mengatasinya. Ketika kecemasan menjadi berlebihan, mungkin termasuk dalam klasifikasi gangguan kecemasan.

Kegelisahan adalah suasana hati yang umum yang dapat terjadi tanpa stimulus memicu diidentifikasi. Karena itu, dibedakan dari rasa takut, yang merupakan respon kognitif dan emosional sesuai dengan ancaman yang dirasakan. Selain itu, ketakutan berhubungan dengan perilaku tertentu untuk melarikan diri dan menghindari, sedangkan kecemasan terkait dengan situasi dianggap tak terkendali atau tidak dapat dihindari. Pandangan lain mendefinisikan kecemasan sebagai “keadaan suasana hati yang berorientasi masa depan di mana yang siap atau siap untuk mencoba. untuk mengatasi kejadian negatif yang akan datang, ” menunjukkan bahwa itu adalah perbedaan antara bahaya masa depan dan sekarang yang membagi kecemasan dan ketakutan.  

 

  1. Artikel Mengenai Kegelisahan.

Kehidupan manusia sekarang ini semakin maju, didukung dengan teknologi yang semakin memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas dan kehidupannya sehari-hari. Gerak manusia semakin cepat, setiap aktivitas yang dikerjakan dikontrol oleh agenda yang senantiasa dibawa serta, mereka merasa selalu diburu waktu seakan waktu 24 jam sehari tidaklah cukup. Kehidupan seakan berjalan seperti rutinitas yang senantiasa harus dilakukan untuk mencapai ‘tujuan hidup’, tanpa menyampingkan hal lain, seperti kesehatan dan kebutuhan spiritual, hanya terfokus pada pekerjaan dengan dipenuhi oleh pikiran kesenangan yang akan didapat di masa yang akan datang.

Di balik itu semua, secara jujur, maukah Anda mengakui bahwa Anda merasa gelisah? Apakah kadang Anda merasa takut dan susah hati menjalani hidup yang itu-itu saja? Kalau jawabannya ‘ya’, jangan khawatir, karena itu adalah hal yang wajar dialami oleh manusia bahkan mungkin sampai saat kematian menghampirinya.

Kegelisahan dan kesedihan merupakan suatu kejahatan kembar yang datang beriringan dan bergandengan. Mereka hidup bersama-sama di dunia ini. Jika Anda gelisah, maka Anda akan merasa susah dan sedih, begitu pun sebaliknya. Kadangkala kita berupaya untuk menghindari mereka, lari dari kenyataan, tetapi tetap saja mereka akan senantiasa hadir dalam diri kita. Kejahatan kembar ini bukan untuk dihindari, tetapi bukan berarti kita membiarkan mereka untuk mengalahkan kita. Kita harus mengatasi mereka dengan usaha kita sendiri, dengan kemantapan hati dan kesabaran, dengan pengertian benar dan kebijaksanaan.

Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih.

Image

Maka menurut pendapat saya, kegelisahan pastilah ada penyebabnya, dan pasti juga ada solusinya agar kita tidak terus merasa gelisah.

Pertama – tama mulailah tegakkan rasa tanggung jawab pada kewajiban kita masing – masing. Karena dengan menanamkan sikap terpuji tersebut dalam diri kita maka kehidupan kita akan sejahtera dan merasa tidak ada beban lagi karena kewajiban yang harus kita kerjakan sudah kita hadapi, bukannya kita hindari yang tentu pasti akan membuat rasa gelisah itu muncul dalam diri kita. Hal selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah tetap menjaga kedekatakan kita kepada Allah S.W.T. Karena dengan terus beribadah dan bersyukur kepadanya maka hati kita akan terasa tenang dan akan menimbulkan sikap positif pastinya ntuk diri kita sendiri. Seperti contohnya sikap positif tersebut adalah rasa optimisme yang terbentuk karena kita merasa bias melakukan hal sebaik dan semampu mungkin karena percaya bahwa Allah S.W.T tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuan umatnya tersebut.

 Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2291429-pengertian-kegelisahan-kecemasan/#ixzz1zBvUoc4j

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/artikel-kegelisahan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s